Minggu, 20 September 2015

Management Asuransi Kesehatan Swipe Card

  1 comment    


Management Asuransi Kesehatan Swipe Card Menurut kami baik untuk managed care maupun indemnity, akan sangat terbantu jika menggunakan swipe card yang akan memberikan informasi online claim dimana online claim ini akan memberikan gambaran exposure risk sehingga perhitungan IBNR lebih tepat, dengan kriteria swipe card yang dimaksud sebagai berikut :

  • Mempunyai infrastruktur healthcare provider yang berkualitas (dengan menimbang fungsi - fungi healthcare provider credentialing) dan panelnya nation wide.
  • Didukung pula infrastruktur telekomunikasi yang memadai untuk memperlancar transaksi.
  • Mempunyai kapasitas untuk validasi eligibilitas baik secara kepesertaan, coverage benefit, dan paling tidak exclusion yang telah diterjemahkan dalam coding seperti ICD 10.
  • Didukung dengan back end system yang kuat dalam pengelolaan health benefit dan case management.
  • Harus pula didukung dengan berbagai rule alert maupun reporting untuk case management, fraud dan/atau abuse detection terutama untuk produk managed care.
  • Dan, yang terutama adalah Sumber Daya manusia yang mampu merumuskan rule informasi apa saja yang akan ditampilkan dari hasil swipe card, pengendalian biaya dan alert seperti apa yang diinginkan untuk mendukung case management dan initial fraud detection. SDM yang berkualitas di sisi provider relation, membership administratio, call centre , case / claim management juga sangat diperlukan untuk melakukan dan/atau menjalankan rule yang telah ditetapkan.

Jika keenam kriteria diatas tidak terpenuhi, maka kekurangan - kekurangan pada penggunaan layanan Asuransi Kesehatan dengan menggunakan swipe card akan sulit untuk diminimalkan.

Mengenai ASO, sekedar informasi bagi rekan - rekan :
  • Meskipun pelayanan ini bukan merupakan pengelolaan resiko, kami sering melihat banyak asuransi yang dapat melakukan pengelolaan.
  • Dari Asuransi yang kami ketahui tersebut, juga bekerja sama dengan TPA untuk pengelolaannya jadi dalam hal ini dapat dilakukan perhitungan consumption secara keseluruhan ASO bahkan memberikan alert maupun melakukan blokir pelayanan cashless jika telah mencapai consumption yang disepakati.
  • ASO yang telah dapat disetting untuk outpatient, dental, maternity dengan limit per family maupun tanpa limit per individu, bahkan ASO hanya untuk penyakit tertentu pun telah dapat dilayani.
  • Selain ASO ada pula beberapa client yang meminta untuk diberikan pelayanan "Deposit Ekses", sehingga pihak client tidak dibebani administrasi dalam penagihan ekses kepada peserta mereka.
Hanya saja managedcare untuk kami lebih banyak untuk mengolah data kunjungan dan penyakit klaim (hehehe maklum akan membuat tools perhitungan menjadi matang) tetapi managed care sendiri perlu diketahui ada kapitasi dan fee for service, menurut konsumen mana yang cocok digunakan dengan teknologi swipe? Sebenarnya kalo diterapkan dengan sungguh-sungguh sebuah managed care, SWIPE hanya menjadi sebuah alat untuk memperhatikan frekuensi kunjungan dan jenis penyakit selebihnya tidak bisa dijadikan alat kontrol.

Anyway tinggal melihat lagi cost yang kita keluarkan untuk pelayanan dengan swipe atau show. Tinggal para konsumen lebih bijak dalam memilih yang memilih.
Teknologi online claim atau yang kita sebut - sebut di sini sebagai 'swipe', menurut kami tetap bermanfaat tanpa membedakan bagaimana cara pembayaran kepada healthcare provider (mau capitation, fee for service, DRG/CBG, dan lainnya).

Selain dapat melakukan capture frekuensi kunjungan, memberikan informasi jenis penyakit dengan online ini kita bisa melakukan 'concurrent case management' bahkan juga pre admission certification dapat dilakukan.

Nah, sekarang tinggal para calon nasabah bagaimana membuat desain dan/atau tool dari claim yang sudah di capture secara online ini.

1 komentar: